“Islam memang layak dihujat”, mungkin itu pemikiran yang selalu merasuki otak-otak orang yang senang menghujat islam. mereka mengunakan berbagai cara agar umat islam merasa disakiti, merasa terhina, dan merasa dilecehkan. belakangan ini kita umat islam sedang di mengalami hujatan yang menyakitkan lewat sebuah blog yang dimiliki oleh seorang provokator sinting. isinya menyebarkan komik seorang sosok yang sangat kita cintai yaitu rasullullah SAW.
tanpa sengaja kemarin ketika saya browsing di internet, tiba-tiba saya bertemu dengan sebuah blog yang menurut saya isinya juga menghujat islam. saya menarik kesimpulan ini karena menganalisis dari isi tulisan yang sangat provokatif dan komen yang masuk juga sangat menjelaskan di pihak mana pengelola tersebut berdiri.
Berikut saya kutipkan sebuah tulisan miring dalam blog tersebut, untuk yang lain silakan cek sendiri.
Cara Membuat Kitab Yang Paling Suci dan Paling Asli untuk Menguasai Dunia
Diterbitkan Oktober 16, 2008 Indonesia , Ngomen , Renungan
Tags: sejarah
Yth Para Penguasa,
Silakan anda simak ide yang akan membuat anak cucu anda jadi penguasa dunia.
Kita tarik semua kitab dari aliran manapun, semuanya kita lenyapkan dari peredaran.
Sebagai gantinya, kita buat sebuah kitab baru yang “paling lengkap”. Kita isi dengan segala macam doktrin (lengkap dengan iming-iming dan ancaman super sadis) untuk mengendalikan umat manusia. Agar pikirannya, keyakinannya dan perbuatannya selalu sejalan dengan misi kita: Menguasai Dunia.
Tentu isinya harus lengkap sehingga dapat mempengaruhi berbagai kalangan, mulai dari yang belum mampu berpikir sendiri hingga yang sudah mampu membodohi orang lain, mulai dari yang masih hewani sampai yang sudah manusiawi, dari kalangan budak hingga para pemilik budak. Dan untuk semakin memperluas jangkauan, kalimat-kalimatnya haruslah multitafsir, agar si jahat maupun si baik bisa menemukan pembenaran demi kepentingannya masing-masing. Mungkin dunia akan sedikit kacau karena urusan beda tafsir, namun kekacauan itu justru menguntungkan kita, sementara orang saling bunuh memaksakan kebenaran masing-masing, kita bisa mengendap-endap menguasai dunia.
Agar berpengaruh dan diimani banyak orang, tentu kitab kita harus mampu meyakinkan hati manusia. Manusia harus yakin bahwa kitab kita otentik, versi paling ajaib yang kemurniannya terjamin sampai akhir masa. Caranya gampang, cukup kita selipkan satu ayat atau beberapa ayat yang menyatakan bahwa kitab kita itu asli, maha murni dan paling huebat… Ayat-ayat yang menyatakan bahwa kitab kita itu sebenarnya didiktekan langsung oleh Tuhan, dikumpulkan dan disusun oleh orang-orang yang paling bersih pikirannya, paling suci kelakuannya dan paling huebat pengendalian nafsunya.
Bohong sih, tapi tak masalah, karena seperti kata Hitler (atau Goebels?), kebohongan kalau diulang-ulang terus akan diyakini sebagai sebuah kebenaran. Pada akhirnya nanti akan banyak orang yang meyakini bahwa kitab kita itu benar-benar aseli. Tapi tentu ada syaratnya… dalam beberapa tahun pertama kita harus konsisten membela kemurnian kitab bikinan kita itu. Siapapun yang meragukan keasliannya, apalagi sok pengen jadi editor lalu merubah isinya, kita jatuhi fatwa sadis, pastikan fatwa itu sangat mengerikan dan diekspos media. Itu akan menimbulkan rasa takut bagi yang lain, mereka akan beriman, pilih percaya saja daripada mati konyol dengan cara yang menakutkan.
Kemudian bisa anda bayangkan sendiri, dalam waktu yang tak terlalu lama, kitab kita ini akan menghasilkan para penganut yang super taat, yang berani mengorbankan ribuan nyawa orang lain, bahkan nyawanya sendiri demi imannya pada kitab kita itu.
Oooh, iya, maaf, ada yang lupa saya sampaikan. Kita perlu menampilkan sosok seorang suci sebagai pembawa wahyu!! Selama ini manusia terlanjur yakin bahwa Tuhan hanya mampu bicara dengan orang-orang suci tertentu. Akan mencurigakan jika tiba-tiba Tuhan mampu bicara dengan para penyusun kitab. Jadi kita tampilkan seorang suci yang bisa menterjemahkan kemauan Tuhan dan menyampaikannya dalam bahasa manusia.
Untuk tokoh suci, sebaiknya kita pilih orang yang sudah lama mati. Sebaiknya yang hidup sebatang kara. Andaipun keturunannya masih ada, kita habisi saja semuanya, sehingga tak ada yang komplain saat kita menuduhkan segala kebaikan, kemukjizatan dan berbagai sejarah fiktif yang dibutuhkan untuk membuat beliau tampil meyakinkan.
Nah…
Gimana pendapat sampeyan tentang ide brilian ini? ini ide orisinal lho! Sependek yang saya tahu, sepanjang sejarah umat manusia belum pernah ada manusia baik-baik yang melakukan hal selicik itu.
Terimakasih
Nah dari isinya kita tau, itu adalah sindiran buat siapa……………???
saya tidak habis pikir mengapa mereka selalu saja memojokkan islam. kalau cara yang dilakukan oleh blog yang memajang kartun Nabi itu secara terang-terangan dan itu ngak terlalu berbahaya karena kita tidak akan tinggal diam karena tau jelas motif dibalik semua itu. bagai mana dengan cara kerja seperti blog yang saya kutip, kalo kita tidak jeli blog ini akan jadi lahan subur buat menghina islam. semoga kita menyadari dan tau bertindak tepat bagaimana mengatasi hal tersebut.
Terakhir, semoga Allah selalu menguatkan iman Kita. Amin.
Allahhu Akbar……………….!!! Lailaha illallah……….
November 26, 2008 pukul 1:04 pm
Alamat Blog nya apa??
November 26, 2008 pukul 7:54 pm
buat oknum2 yang melakukan tindakan semena-mena dengan mengatasnamakan agama sehingga seolah2 agama yang mereka anut memang menganjurkan untuk melakukan hal-hal seperti yang sudah mereka lakukan.
kalo waktu esempe nggak jeli belajar bahasa indonesia juga nggak bisa membedakan mana tulisan yang straight to the point dan mana yang isinya penuh dengan ironi, satire, dan otokritik, lho
errr… saya kritisi judul postingan ini, deh. kata ‘di’ sebelum kata ‘hujat’ seharusnya disambung menjadi ‘dihujat’; nggak dipisah. soalnya kata ‘di’ pada ‘di hujat’ tidaklah dimaksudkan untuk menunjukkan tempat
amin…
@ baguscokie
alamatnya di guhpraset.wordpress.com
November 26, 2008 pukul 8:13 pm
#erman Buat mas bagus ni nama blognya http://guhpraset.wordpress.com
November 26, 2008 pukul 9:49 pm
mereka tau kekuatan islam sekaligus cara menghancurkannya.
sayang, nggak semua bisa kepancing.
keep on fire.
November 26, 2008 pukul 10:14 pm
Tulisan Guh Itu lebih kepada otokritik daripada menghujat.
November 26, 2008 pukul 11:29 pm
#Erman buat Dana
buat mas/mbak dana, maaf sebelumnya. coba anda simak pernyataan di blog tersebut yang bunyinya begini
“Agar berpengaruh dan diimani banyak orang, tentu kitab kita harus mampu meyakinkan hati manusia. Manusia harus yakin bahwa kitab kita otentik, versi paling ajaib yang kemurniannya terjamin sampai akhir masa. Caranya gampang, cukup kita selipkan satu ayat atau beberapa ayat yang menyatakan bahwa kitab kita itu asli, maha murni dan paling huebat… Ayat-ayat yang menyatakan bahwa kitab kita itu sebenarnya didiktekan langsung oleh Tuhan, dikumpulkan dan disusun oleh orang-orang yang paling bersih pikirannya, paling suci kelakuannya dan paling huebat pengendalian nafsunya”.
atau yang bunyinya seperti ini….
“Untuk tokoh suci, sebaiknya kita pilih orang yang sudah lama mati. Sebaiknya yang hidup sebatang kara. Andaipun keturunannya masih ada, kita habisi saja semuanya, sehingga tak ada yang komplain saat kita menuduhkan segala kebaikan, kemukjizatan dan berbagai sejarah fiktif yang dibutuhkan untuk membuat beliau tampil meyakinkan”.
Baca lagi tulisannya……
bisa anda menjelaskan maksud dari semua itu…..???
November 27, 2008 pukul 1:07 am
dana mungkin ga bisa (sorry, dan
), tapi saya bisa. penjelasannya adalah: silakan cari tau dan pelajari dulu tentang majas ironi dan satire (silakan googling atau buka saja wikipedia). definisi dari 2 hal tersebut menurut saya sudah sangat bisa menjelaskan apa yang anda tanyakan
dan setelah mempelajari definisi dari gaya bahasa di atas, saya juga jadi bisa menyarankan seperti yang anda sarankan ke dana: baca lagi tulisannya……
oh ya, paragraf yang anda tanyakan itu, kok, ya nggak seperti menghujat (atau otokritik, dalam bahasa saya) muhammad, ya? tapi saya lebih berpikiran kalo itu menghujat (atau – sekali lagi – otokritik, dalam bahasa saya) yesus
CMIIW
November 27, 2008 pukul 9:50 am
#Erman buat joesatch yang legendaris#
terimakasih atas sarannya. mohon maaf jika saya tidak sependapat dengan anda, dan saya menghargai pendapat anda.
Tapi anda juga tidak bisa menyalahkan saya jika saya tidak sependapat dengan anda.
saya akan berusaha melihat dari sudut pandang anda, jika pandangan anda seperti diatas, berarti penulisan blog tersebut juga tidak benar. karena saya tidak pernah setuju seseorang menghujat (otokritik dalam bahasa anda) agama apapun.
salam damai.
November 27, 2008 pukul 1:19 pm
ada kursus gaya bahasa buat para blogger? sepertinya saya masih perlu belajar banyak…
November 27, 2008 pukul 10:46 pm
ndak papa. nyante aja. kita bisa sepakat untuk tidak sepakat, kan?
tapi untuk tambahan aja: menurut saya, apa yang dikritik bukanlah mutlak ajaran murni agamanya, tapi pola penafsiran terhadap ajaran agama itu sendiri. yeah, siapapun pasti tau kalo yang namanya penafsiran, perkara bias di dalamnya bukanlah sebuah hal yang tidak mungkin tidak muncul. dan karena perkara bias dalam penafsiran itulah yang akhirnya mengakibatkan seorang siti jenar dihukum pancung
November 29, 2008 pukul 6:53 am
ad baikny qt beli obat d kios http://memahamisufi.wordpress.com/apresiasi_sabar
“se-baik2nya MANUSIA adlh MANUSIA yg BERMANFA’AT bg MANUSIA lainny”
dmkn SABDA ROSULULLAH SAW. yg prlu d grs bwhi adl kt MANFA’AT, meskipun hny sedikit qt cari solusiny u/ brbagi cara.
November 29, 2008 pukul 8:52 pm
@erman
*lirik komen joe*
Wedeh dah dijelaskan oleh joe. Untuk itu saya akan menjelaskan secara singkat sudut pandang saya. Bahwa yang anda kutip tersebut adalah otokritik untuk umat beragama yang perlakuannya terhadap agama seperti yang anda kutip itu.
Yakni, untuk kutipan pertama terlalu mengagung-agungkan kemurnian, padahal bisa saja ternyata soal kemurnian diselipkan orang tak bertanggung jawab. Catat disini saya berbicara kemungkinan, bukan sedang menghujat.
Dan kutipan kedua mengkritisi orang yang terlalu bersandar pada mujijat-mujijat Nabi. Yang seringnya mukjijat-mukjijat tersebut hanya omong kosong saja.
Nah, menurut penulis (guh) bahwa beragama seharusnya tidak begitu. Maka guh membuat tulisan yang bernada menyindir, agar orang-orang tersebut sadar bahwa cara beragama mereka salah.
Dah mudeng belon?
November 30, 2008 pukul 10:31 am
Weleh,..weleh,..agama lagi agama lagi. Memang ga ada lain yang asyik buat manas-manasi kuping orang bertemperamen microwave oven ? Begini ya sedulur…!!
Tuhan itu tidak butuh dibela-belain,..juga tidak perlu dipanas-panasi. Kita orang ini cuma disuruh satu saja. Berdoa memuliakan nama Nya CUKUP. Kalau mau minta-mintapun ga bakal dikabulkan kalau cuma minta buat dirimu doang!!
Kesimpulan. Beribadatlah menurut ajaran Tuhan yang memang damai cinta kasih dan berwajah teduh ke Bapa an. OK??
Desember 3, 2008 pukul 11:02 pm
Assalamu’alaikum wr.wb.
Mas Erman yg insyaAllah dirahmati-Nya. Adalah hal wajar ketika sindiran thd apa yg kita yakini membuat kita merasa tdk nyaman. Tapi sepertinya kita musti merubah paradigma tersebut dgn hal2 yg justru akan membuat nyaman kita.
Contoh:
1) anggap aja si penulis adalah orang yg nggak waras makanya dia membuat article2 semacam itu. Nah untk kita yg waras sebaiknya maklumi dia
2) anggap aja kalau si penulis membuat article karena dia bingung dgn apa yg diyakininya makanya dia ganggu keyakinan orang lain
3) anggap aja si penulis telah yakin bahwa kitab suci yg selama ini dia yakini sbg firman tuhannya ternyata telah terbukti palsu makanya dia coba membuat keraguan thd kitab agama orang lain
4) anggap aja sipenulis telah yakin bahwa manusia yg diyakininya sbg tuhan ternyata cuma nabi, makanya dia mengganggu orang lain yg tdk menganggap nabinya sbg tuhan
5) anggap aja si penulis udah kecewa dgn kepalsuan agamanya makanya dia gangguin orang yg dia yakini agama paling benar cuma krn terlanjur aja makanya dia malu
6) nah, karena kebingungan2 itulah makanya dia buat tulisan untk membuat bingung keyakinan orang lain biar sama2 bingung kaya dia hehehe
Oke akhi/saudara seiman, cuekin aja ya hal2 yg kaya gini, nggak usah ditengokin lagi blognya trus do’ain Allah memberinya hidayah, soalnya nggak mutu sama sekali si. Sekedar refreshing boleh agar kecemburuan dan kecintaan thd agama kita bisa muncul lagi.
Coba dech pikir, kalo nggak ada orang2 kaya gini mungkin nggak akan timbul rasa cemburu kita terhadap agama kita kan. Pokoknya ambil positifnya aja akhi. Semoga Allah selalu memberkahimu dan menambah pahalamu atas blog ini. Amin. Salam kenal ya.
Desember 4, 2008 pukul 12:45 am
Kontradiktif bukan, masa datang terlambat dibilang bagus? Nah, dari kalimat itu saja bisa diprediksi, sebenarnya itu kalimat memuji apa menyindir?
Sama saja dengan post tersebut. Silakan direnungi, dan kalau memang beda pemahaman, maka sudah pasti itu adalah jalan buntu. Karena perbedaan pemahaman taakan bisa dipertemukan biarpun sampai kiamat
Desember 4, 2008 pukul 1:51 pm
#Erman Untuk Mas Ibnu
Waalaikumussalam. wr.wb.
Jazzakallah atas masukannya, sekarang saya menjadi lebih baik setelah membaca komen antum, dan saya berdoa semoga Allah senantiasa merekatkan Silaturahmi kita. saya juga berdoa semoga orang-orang yang berada dalam kebingunggan diberi rahmat oleh Allah agar segera lepas dari kebingunggannya dan mampu memahami islam secara kaffah.
#erman untuk Fortynine.
Saya setuju dengan saudara Fortynine bahwa perbedaan pemahaman takkan bisa dipertemukan sampai hari kiamat, Tapi kita harus yakin bahwa hanya islam yang akan terbukti kebenarannya.
Desember 4, 2008 pukul 9:17 pm
# for everyone on this blogs#
KENAPA SIE..SUENENG sekali saling menghujat AGAMA. Bukankah Agama adalah pegangan/pedoman hidup kita agar kita tau batas2, baik-buruk, benar-salah.
Misalnya soal hujatan terhadap Muhammad (yg memang jelas2 menghujat) terus terhadap Yesus (juga jelas2 menghujat yg anak SD pun tau itu. Buat mas Ibnu yg memang benar2 menghujat, buat mas erman yang memngulang tulisan ttg “Amrozi cs mati kafir” ada tanggapan yang JELAS SEKALI MENGHUJAT YESUS.
Kalau merasa memang kita2 manusia waras kenapa saling memojokkan??? Pikirkan. Apakah itu karena nafsu dendam, ego, kemarahan atau memang benar-benar ingin meluruskan bahwa ajaran dengan nama ALLAH dengan tidak adanya niat untuk MENGHUJAT AGAMA APAPUN.
SALAM DAMAI…
Desember 5, 2008 pukul 9:25 am
memang islam itu agama yang aneh, katanya kitab suci alquran kitab terbaik tapi kok mengajarkan kekerasan, coba liat ayat yang memprovokasi agar orang islam tidak boleh dekat dengan orang kristen atau yahudi karena dianggap musuh.
Desember 18, 2008 pukul 12:02 pm
Buat tekong, Al-Qur’an ada Asbabunnujulnya (sebab2 turunnya ayat) atau ada tafsirny
Desember 18, 2008 pukul 2:02 pm
Buat tekong : Yg dimaksud menjauhi org2 yahudi dan nasrani dlm Al-Quran adalah: mereka yg menjadi musuh Allah,musuh org2 muslim,khianat,dll.Kl ga ngerti jgn so tahu,Al-Quran untuk org2 yg mau berfikir,
Desember 19, 2008 pukul 6:36 am
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.Dan barang siapa menjadikan mereka menjadi kawan,maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(Q-S Al-Muntahanah 09).
Desember 19, 2008 pukul 4:24 pm
@buat Kurdi
terimakasih syiarnya, oya jika kamu punya artikel-artikel tentang syiar islam kirimi saya dong. Saya sangat membutuhkan artikel-artikel semacam itu buat saya pribadi dan buat pembaca semuanya. jika berkenan artikel kamu akan saya posting di kategori “Komunitas Islam Kabupaten Melawi”. alamat email saya “explore_erm83@yahoo.co.id saya tunggu ya……..!!!
Desember 21, 2008 pukul 11:57 am
“dan jika kamu masih ragu-ragu tentang (kebenaran Al-Quran) yang diturunkan pada hamba kami (Muhammad),cobalah kamu kemukakan sebuah surat seumpama Al-Quran itu dan ajaklah pembantu-pembantumu selain Allah,kalau kamu memang orang-orang yang benar”.(Qs.Al-Baqarah: 23).
Desember 24, 2008 pukul 11:55 am
Assalaamu’alaikum wrwb. Utk mas Herman saya minta maaf karena saya tdk membuat article pada halaman anda,dikarenakan minimnya pengetahuan saya,maka saya belum pantas utk hal ini,
Desember 24, 2008 pukul 1:45 pm
Membuat kitab memang mudah2 sj,akan tetapi haruslah teruji kebenaran setiap ayatnya, sy beri contoh:
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan,kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya,kemudian menjadikannya bertindih-tindih,maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-belahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit,(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung,maka ditimpakannya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendakinya dan dipalingkannya dari siapa yang dikehendakinya.Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (An Nuur 43). Pertanyaan saya:
1.Benarkah fenomena alam seperti ini? (tentu jawabnya benar dan telah terbukti).
2.Adakah yg dpt membuat kitab spt ini?
Selamat mencoba,oh ya Sy tunggu lho kitabnya.
Januari 3, 2009 pukul 2:51 pm
Assalamu’alaikum wrwb.
Sebelumnya saya minta maaf karena saya akan ke
Januari 3, 2009 pukul 3:08 pm
Assalaamu’alaikum wr wb.
Sebelumnya saya minta maaf karena saya akan keluar dari jalur tema ini sebab saya ingin mengajak Muslimin dan Muslimah mari sama2 kita doakan saudara2 kita yang berada di Palestin dan ketuhan Masjid Al Aqsho.
Januari 3, 2009 pukul 3:09 pm
Assalaamu’alaikum wr wb.
Sebelumnya saya minta maaf karena saya akan keluar dari jalur tema ini sebab saya ingin mengajak Muslimin dan Muslimah mari sama2 kita doakan saudara2 kita yang berada di Palestin dan keutuhan Masjid Al Aqsho.
Januari 4, 2009 pukul 11:39 am
Singting!! goblok!! tu orang bukan lagi hewani tapi syetan terkutuk!!!!!!
dia belum tahu kehidupan yang sebenarnya di mana,, kalo Alloh mau saat ini juga mencabut nyawa dia biar dia tahu arti “menguasai dunia” !!!
Januari 13, 2009 pukul 3:51 am
Erman,
justru kita butuh banyak orang yg semacam guhpreset, supaya semua bisa dengan jelas terlihat dan banyak belajar…
terus terang saya suka dengan artikel2nya yg super antik ini..
kita jadi bisa “melek”, melihat secara nyata.. kita harus menyikapi dengan baik dan bersyukur malahan…
bukan malahan disuruh dimaklumi lah… atau bego lah.. atau bahlul lah..
dia itu cerdas, dan benar2 terus mencari kebanaran yg nyata.. bukan manut kepada yg kita blm jelas kebenarannya itu…
mari kita selalu saling mengingatkan… semua itu ada hikmahnya..
Nabi kita juga mengajarkan kita supaya untuk berbuat baik, walaupun dia meludahi kita… (maap ini maksudnya bukan buat guhpreset, jutsru guhpreset malah menasehati kita dan supaya pada “melek”/bangun)
Januari 14, 2009 pukul 7:50 pm
terima kasih masukannya dan saya menghargai pendapat anda, namun perlu kita kita ketahui bahwa apapun yang kita yakini benar tidak selamanya benar. ingat, kebenaran datangnya hanya dari Allah. islam adalah agama yang telah di nyatakan sempurna serta Al Quran telah dijamin keasliannya oleh Allah sendiri bukan hasil ijitihaj para ulama.
Januari 18, 2009 pukul 7:38 am
To: Jawaad : kamu nyuruh Kami melek,sebenarnya kamulah yang harus melek,kamu ga baca komentar saya? Ga ada yg mampu membuat kitab seperti Al-Quran,Allah menantang buat saja kitab semisal Al-Quran dan panggil penolong penolongmu selain Allah. (Qs.Cari sendiri biar kamu melek). baca Koment saya diatas,dan contoh lain : Manusia tdk dapat bernafas di luar angkasa (sesak nafas) (Qs.Cari sendiri biar kamu melek).
Nah kamu bisa buktikan sendiri kebenaran Al-Quran.
Al-Quran diturunkan jauh dari dunia modern yg serba canggih saat ini,tapi Al-Quran lebih dahulu mengetahui hal-hal seperti ini. “bukalah matamu”
Januari 19, 2009 pukul 9:09 am
To Jawaad : sebenarnya kamu org Islam bukan sih atau pura2 Islam? Kamu katakan : “…Bukan menganut kepada yang kita blm jelas kebenarannya itu…”
berarti menurut kamu Kitab Al-Quran blm jelas kebenarannya, “Na ‘udzdzubillah” kalau Kamu benar benar orang Islam Istigfarlah dan mohonlah kepada Allah agar diberi kepahaman tentang Agama,dan teruslah mengkaji Ilmu2 agama dari sumber2 yg dapat dipercaya,jangan bicara sebelum mengetahui suatu kebenaran (ilmunya).
Januari 19, 2009 pukul 1:20 pm
@Kurdi,
Terimakasih atas komentarnya…
Seakan2 Anda menuduh saya “meragukan alQur’an”, apakah ada kata2 itu ditulisan saya? sama sekali tidak…
Yang saya maksud disini mempelajari isi alQur’an. dan kita bukan hanya mendengar saja.. tapi difikir dan diamalkan… trs nanti dihari pembalasan kan ditanyain, akal otak kita dipakai untuk apa saja? kok yg dipakai hanya telinga saja mendengar tanpa dipelajari? Bukannya nabi2 mengajarkan tauhid terlebih dahulu? logika2 kepada kepercayaan Ketuhanan, Ke-Esaan Allah SWT.
Islam bukan yg dikarenakan oleh orang tua… bukan karena paksaan, bukan juga karena ikut2an sekeliling, bukan karena mayoritas, dll…
Dan dengan adanya artikel2 seperti ini, justru kita jadi semakin meninggikan sifat Alqur’an yang Maha Sempurna…
Memangnya mudah untuk mengerti semua isi alQur’an?