Nanga Pinoh, Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Melawi makin marak. Buktinya, tiga orang yang terinfeksi virus mematikan ini kembali ditemukan saat Voluntary Consulting Test (VCT) dari Sintang melakukan tes beberapa bulan lalu di tahun 2008.
Saat Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi mendampingi tim VCT dari Sintang melakukan tes di wilayah Kabupaten Melawi, yaitu di KKLK, Penginapan Terapung dan di Penginapan Mangga Dua, hanya 29 orang atau 29 sample yang mau melakukan tes. “Dari 29 orang tersebut, tiga orang terinfeksi. Satu sudah terinfeksi HIV/AIDS dan dua orang lagi hanya terinfeksi HIV saja,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Yakob Tangkin MKes saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/1).
Kondisi tersebut patut diwaspadai oleh masyarakat Kabupaten Melawi. Apalagi belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit mematikan tersebut. Sebaliknya, yang ada hanyalah obat untuk meringankan virusnya. “Tiga orang tersebut harus mengambil ARV (antiretroviral, obat yang digunakan untuk pengobatan bagi penderita HIV/AIDS, red) ke VCT Sintang untuk meringankan virus yang dideritanya. Obat tersebut harus dikonsumsinya seumur hidup,” terangnya.
Penemuan tiga orang yang terinfeksi HIV/AIDS tersebut tegas Yakob, mengingatkan kita bahwa tingkat penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Melawi makin meningkat. “Pada tahun 2007 lalu hanya ditemukan dua orang saja yang terinfeksi penyakit tersebut. Namun pada tahun 2008, ditemukan tiga orang. Untuk tahun 2009 ini kita belum tahu, karena VCT Sintang belum melakukan tes lagi,” jelasnya.
Penyakit mematikan tersebut terangnya, dapat menular melalui jarum suntik, hubungan badan, melalui darah, lewat air liur dan media lain. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada. “Kewaspadaan terhadap penyakit mematikan tersebut harus dilakukan oleh masyarakat sendiri. Salah satunya adalah dengan menguatkan iman dan takwa, setia dengan pasangan hidupnya,” paparnya.
Maksudnya, untuk mewaspadai penyakit mematikan tersebut harus mempunyai iman dan takwa yang kuat. Sebab, jika iman dan takwa sudah kuat, maka perselingkuhan tidak akan terjadi. Begitu pula dengan hubungan badan di tempat-tempat dimana penyaluran penyakit tersebut dapat menular dengan cepat, seperti melakukan hubungan intim dengan PSK tidak akan dilakukan.
Yakob berharap, masyarakat bisa selalu mewaspadai penyakit mematikan tersebut. “Kita sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pelajar maupun remaja di sekolah-sekolahnya mengenai semua hal yang berkaitan dengan HIV/AIDS,” tukasnya mengakhiri. (Ira)
Januari 25, 2009 pukul 5:47 pm
Dari mana sih datangnya virus jahat itu di sana…….? http://pangaloan.blogspot.com/
Daerah itu saya tahu.. cukup tepencil.. apa dari orang seberang yang kerja di kayu atau kebun.. atau lainnya..