Pemkab Melawi Promosikan Tiga Obyek Wisata Kepihak Pengusaha

Nanga Pinoh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi telah menetapkan tiga objek wisata, yaitu jeram di sepanjang Sungai Pinoh, Bukit Batok dan Bukit Baka diprioritaskan untuk “dijual”. Sayangnya, tidak ada kesamaan cara pandang mengenai penanganan sektor pariwisata dan keinginan untuk meningkatkan infrastruktur. “Kondisi jalan yang sangat buruk menyulitkan untuk menjual potensi wisata yang ada. Ditambah lagi, tidak ada kesamaan pandangan dari elemen yang ada di Melawi mengenai peningkatan potensi wisata,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Melawi, Drs Bachtiar AL MSi ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/1) lalu. Diterangkannya, persoalan akses menuju Kabupaten Melawi dan beberapa objek pariwisata yang ada merupakan kendala terbesar. Kendaraan umum lanjutnya, tidak bisa masuk ke objek wisata. Ia mencontohkan, jika ada wisatawan ingin mengunjungi Bukit Baka, ternyata tidak ada angkutan umum untuk ke sana. Terpaksa wisatawan lokal maupun dari luar Kabupaten Melawi harus menggunakan mobil perusahaan atau kendaraan pribadi. Namun begitu, Bachtiar mengaku persoalan yang dihadapi sektor pariwisata tersebut tidak membuat dinasnya lemah untuk melakukan tugas dan fungsi (tupoksi). Bahkan, segala persoalan yang ada tersebut dijadikan tantangan untuk memajukan pariwisata yang ada di Kabupaten Melawi. Dijelaskannya, dalam membangun tidak hanya bisa dilakukan oleh Dinas Budaya dan Pariwisata, sebaliknya dinas ini hanya menjadi leading sector saja. Keterlibatan semua pihak dalam membangun pariwisata di Kabupaten Melawi adalah harga mutlak. Ia mencontohkan, dalam membangun sektor pariwisata diperlukan keterlibatan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Dinas PU berperan dalam membangun jalan, terutama bagi kelancaran akses transportasi menuju objek wisata. “Pada objek wisata tersebut juga diperlukan pembangunan,” ucapnya. Diungkapkannya, potensi wisata Kabupaten Melawi sangat banyak, baik wisata alam maupun sejarah. Alam dan sejarah Kabupaten Melawi sangat eksotik. Dia mengatakan, panorama jeram Sungai Pinoh sangat menarik untuk dinikmati. Orang akan sangat berminat untuk menelusuri Sungai Pinoh mulai dari Nanga Pinoh sampai Sokan. Namun, sarana untuk menelusuri berupa speed boat tidak dimiliki Dinas Budaya dan Pariwisata. Begitu pula dengan panorama alam berupa deretan pegunungan yang sangat menarik. ‘Orang akan senang bila melihat-lihat panorama itu menggunakan bus,” ujarnya. Perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan bus dari Nanga Pinoh sampai Sokan. Kemudian, dari Nanga Pinoh sampai Menukung. Sayangnya, rute itu tidak bisa dilakukan. Sebab, dinas ini tidak memiliki bus khusus wisata. Ditambah lagi, jalan yang ada juga tidak mendukung. Bachtiar mengatakan, dalam mengembangkan wisata diperlukan peran pihak ketiga, yakni pengusaha. Ia menegaskan, Dinas Budaya dan Pariwisata membuka diri untuk dunia usaha mengelola wisata yang ada. “Kita sangat terbuka dengan pihak ke tiga yang ingin membangun wisata di daerah ini. Misalnya, ada pengusaha yang memfasilitasi wisatawan yang ingin menelusuri Sungai Pinoh. Mereka bisa menyediakan speed boat,” pungkasnya. (aji)

Sumber: equator-news.com

3 Tanggapan ke “Pemkab Melawi Promosikan Tiga Obyek Wisata Kepihak Pengusaha”

  1. mukhotop budoyo Berkata:

    bagaimana pemerintah melawi mengatasi penambangan batu di bukit matuk apakah mungkin wisatawan disajikan pemandangan orang orang yang sedang melakukan penambangan batu beserta batu batu yang berserakan sepertinya kurang menarik.

  2. khatulistiwa19 Berkata:

    memang faktor utama pariwisata adalah jalan,kecuali pemkab melawi mau meroboh kan bukit matok/gunung batu yg
    yg ada dijadi kan pondasi jalan agar kuat tdk ada lg kubangan babi di tengah jalan,baru mantap.

  3. awang Berkata:

    kalau begitu perlu adanya penelitian dan kajian yang lebih mndalam, yang jadi rekom buat pemkab bikin sarana…

Tinggalkan Balasan