Nanga Pinoh, Penempatan guru di Kota Nanga Pinoh jauh lebih ramai dari daerah pedesaan. Mestinya guru hasil penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2008 harus ditugaskan di daerah pedesaan. Mereka yang di rekrutmen tahun 2008 harus mengisi kekurangan guru di berbagai daerah di Melawi, agar ada keseimbangan jumlah guru di pedalaman, tegas Ritaudin SE, anggota DPRD Melawi, Minggu (10/5). Di daerah pedesaan ada berapa sekolah yang memiliki tenaga pengajar satu atau dua guru saja. Diantaranya, SDN di Desa Landau Tumbun dan Mahikan. Tidak seimbangnya jumlah guru di kota dan desa membuat kualitas pendidikan kurang bermutu. Kualitas pendidikan di kota jauh lebih baik di bandingkan dengan di desa karena proses belajar mengajar tidak berjalan maksimal. Banyak sekolah di desa hanya ditempati tiga guru saja. Bahkan ada yang hanya dihuni satu atau dua guru saja. Jelas proses belajar mengajar di sekolah tidak efektif, ungkapnya. Sementara sekolah di Kota Nanga Pinoh ditempatkan tujuh guru. Awalnya mereka ditempatkan di pedesaan. Namun, minta pindah lantaran tidak betah. Anehnya, ketika mengajukan pindah karena tidak betah dilayani oleh Dinas Pendidikan Melawi. Sementara penggantinya di desa tidak ada. Jelas sudah niat mengabdi sudah sirna dari guru yang bersangkutan. Mereka menjadi guru PNS hanya untuk mencari pekerjaan. Sementara rasa mengabdi kepada negara dan daerah sama sekali tidak ada, tegasnya. Legislator Partai Bintang Reformasi (PBR) itu menegaskan, apabila ada guru yang meminta untuk pindah, hendaknya tidak disetujui apapun alasannya. Kecuali masa kerjanya telah memenuhi syarat dan alasannya ikut suami. Itu juga harus ada pengganti di sekolah yang ditempatinya. Saat mereka melamar menjadi guru PNS, berarti mereka sudah siap mengabdi di mana saja ditempatkan, ungkap Ritaudin. Ritaudin menjelaskan, guru bisa pindah harus melalui pertimbangan bupati melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Melawi. Sementara Dinas Pendidikan hanya sebatas memberi rekomendasi. Sementara kondisi yang terjadi saat ini, Dinas Pendidikan Cabang di kecamatan memiliki hak untuk memindahkan guru dengan alasan yang kurang tepat, ulasnya. Bupati harus bertindak tegas dan memberhentikan guru yang pindah tanpa sepengetahuan BKD. Apalagi tidak ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan Melawi. Mengapa kita harus takut memecat guru yang tidak mau mengabdi. Masih banyak yang mau mengabdi jadi guru, tegas Ritaudin. (aji)
Sumber : equator-online.com
Juli 5, 2009 pukul 3:34 pm
mengenai persoalan guru ini ingin saya sampaikan kepada Ritaudin untuk lebih memahami situasi dan kondisi guru, baik dipedalaman,perkotaan guru yang bertugas.hal penting itu adalah pasilitas kawan.
Juli 6, 2009 pukul 10:26 pm
Kenapa Guru yang di tempat didaerah ingin pindah?
Mungkin :
1. Tidak biasa tinggal ditempat yang sepi (jauh dari keramaian)
2. Sulit mengembangkan diri (jarang sekali bisa ikut penataran,pelatihan biasanya yang mengikuti hanya guru yang berada di kota)
3. Tidak ada tambahan finansial
4. Kurang informasi apa lagi internet
5. Lambat naik pangkat
Saran :
1. Guru yang ditempatkan dipelosok sebaiknya guru yang kelahiran ditempat tersebut, atau
2. Berikan konvensasi guru yang tinggal dipelosok. Misalnya: Beri tambahan gaji, Dahulukan kalau ada pelatihan atau penataran, Beri fasilitias internet,Perhatikan kenaikan pangkatnya
Juli 7, 2009 pukul 12:59 pm
Masalah Penempatan Guru.
Seorang guru yang ditempatkan di pelosok umumnya minta pindah, karena :
1. Tidak biasa hidup di tempat yang sepi
2. Sulit mengembangkan diri (Penataran/pelatihan biasanya diikuti orang yang di kota, tidak ada koran, internet, dll)
3. Sulit naik pangkat
Saran :
1. Sebaiknya ditugaskan guru yang berasal dari daerah setempat atau
2. Berikan guru konfensasi berupa tambahan gaji
Juli 9, 2009 pukul 1:57 am
pak hasan, saya mantan murid anda di SMA N 1 dulu..boleh saya minta e-mail anda..terima kasih..
Juli 12, 2009 pukul 8:47 pm
untuk oe (nama sebenarnya siapa?)Senang sekekali, bila masih ada murid yang ingat dengan gurunya,mudah-mudahan oe telah menjadi orang yang berhasil. Saya sekarang telah pindah mengajar ke Jakarta Tepatnya di SMA Negeri 96 Jakarta. email :hsn_jekate@yahoo.com