Melawi Ikuti Pameran Gebyar Koperasi dan UKM seluruh Kabupaten se-Indonesia di Yogyakarta 2009

DSC03375Acara yang diselenggarakan di loby utama gedung Ambarukmo Plaza ini lumayan ramai dikunjungi pengunjung. Baik yang memang berniat melihat pameran ini atau pun yang kebetulan berbelanja atau jalan-jalan di Ambarukmo plaza ini. Maklum Ambarukmo plaza adalah salah satu Plaza yang terkenal di Yogyakarta.

Kurang lebih 50 puluhan peserta pameran dari berbagai kabupaten dari seluruh indonesia ikut dalam pameran ini termasuk salah satunya Kabupaten Melawi. Terus terang penulis cukup bangga dengan kepedulian pemerintah kabupaten Melawi terhadap warisan budaya kabupaten Melawi. Dibalik rasa bangga terbersit pula rasa minder penulis ketika pertama kali melihat stan Melawi yang sangat sederhana dan terkesan sangat gersang tanpa hiasan ornamen apapun di dinding-dinding tempat memajangkan benda-benda budaya hasil kerajinan Melawi. Dibandingkan dengan peserta yang lain, terkesan Kabupaten Melawi kurang persiapan dalam mempersiapkan agenda ini. Maaf  kalau sedikit mengkritik, penulis hanya memaparkan apa yang penulis lihat.

Penulis sempat berkeliling melihat-lihat peserta yang lain, tanpa sengaja penulis bertemu dengan stan Kabupaten Singkawang  yang sangat menarik, selain barang-barang yang di pamerkan beraneka ragam, stan Kab. Sinkawang ini dijaga oleh beberapa wanita cantik asal kabupaten singkawang. Di stan ini penulis sempat berbincang-bincang sedikit membeli ikan asin asli singkawang.

Sementara itu, barang-barang pameran dari Melawi yaitu berupa dua bilah Mandau besar, empat bilah mandau kecil, satu perisai dan beberapa barang anyaman berupa topi dan lain-lain. Penulis sadar, bahwa kekurang persiapan ini dikarenakan jarak pameran yang cukup jauh dari kabupaten Melawi, jika harus membawa banyak barang tentunya dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Namun menurut penulis jika kita benar-benar igin memperkenalkan kebudayaan melawi masalah dana mungkin bisa diatasi misalya dengan mencari sponsor yang bersedia membantu pendanaan untuk acara-acara seperti ini.

Saran dari penulis, kedepan jika ada kegiatan-kegiatan seperti ini, pihak pemerintah bisa minta bantuan/menghubungi  mahasiswa asal Kab. Melawi yang berada di daerah tempat diselengaraknnya kegiatan tersebut. setau saya para pelajar atau mahasiswa asal Kab. Melawi bertebaran diberbagai daerah di Indonesia terutama di Pulau Jawa dan di Kalimantan itu sendiri. Beri kepercayaan kepada mereka untuk membantu pemerintah Melawi untuk mempersiapkan segala keperluannya, misalnya pemesanan tempat sampai dekorasi stan bahkan jika punya waktu luang bisa menjadi penjaga stan. Memang membutuhkan sedikit imbalan untuk itu semua, paling tidak untuk uang lelah selama mempersiapkan acara seperti ini. Tapi menurut saya itu tidak jadi masalah.

Namun sekali lagi, penulis cukup bangga dengan Melawi yang telah ikut andil dalam kegiatan-kegiatan sperti ini, mudah-mudah kebudayaan melawi bisa dikenal seantaro indonesia bahkan dunia lewat acara-acara seperti ini.

“WUJUDKAN KEBUDAYAAN MELAWI MENJADI KEBUDAYAAN YANG GO NASIONAL DAN GO INTERNASIONAL”

Jika Kita Berusaha, Semua Pasti Bisa.

berikut penulis berikan hasil jepreatan selama melihat acara tersebutDSC03362

DSC03356

DSC03383

3 Tanggapan ke “Melawi Ikuti Pameran Gebyar Koperasi dan UKM seluruh Kabupaten se-Indonesia di Yogyakarta 2009”

  1. hsn Berkata:

    Hallo bung Erman
    Waktu saya tugas di nanga pinoh, saya sering mendengar bahasa yang menggunakan kata-kata “kinun”; “kitu”; “kemanai”; “lao lao”, itu sebenarnya bahasa daerah mana sih, bahasa pinoh, atau bhs kota baru??. Terus nanya lagi nih, waktu sy di nanga pinoh belum jadi kabupaten, lalu sekarang kantor bupatinya berlokasi dimana, apa yang dekat bandara atau di kantor kecamatan

  2. Erm@n Berkata:

    Itu bahasa pinoh, kalau kota baru hampir mirip namun beberapa kata-kata tertentu berbeda pada vokalnya saja, misalnya Kata “keti” dalam bahasa Melawi (“Bagaimana” dlm Bhs Indonesia) “Koti” dalam bahasa Kota baru. Biasanya vokal “O” pada akhir kata dalam bahasa Pinoh menjadi vokal “A” pada bahasa Kota Baru.
    kantor bupati yang lama letaknya didekat bandara, kalau yang baru sekarang setau saya belum jadi. Oya terima kasih sudah mampir, mudah-mudahan bermanfaat.

  3. Agus Setiyawan Berkata:

    PROPOSAL
    I. Thema :
    Peningkatan Penjualan Hasil Produksi UKM Dengan Menggunakan Fasilitas INTERNET MARKETING
    II. Judul :
    Pemasaran Dengan Internet Untuk Branding serta Segmented Produk UKM
    III. Latar Belakang :
    1. Adanya kendala biaya pemasaran yang tinggi tidak sebanding dengan keuntungan produksi.
    2. Belum tahunya manfaat internet yang memang benar benar bisa menembus dunia maya sampai tak terhingga.
    3. Tidak seimbangnya laju teknologi dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki.
    4. Tidak adanya wadah untuk melakukan strategi pemasaran yang jitu dan bisa reduce cost.
    5. Mulai bertumbuhnya hotspot area, warnet dan tingkat penjualan komputer dan laptop di Indoensia yang sudah tembus 50.000.000 buah.
    6. Kecenderungan pasar yang menginginkan semuanya serba cepat.
    IV. Tujuan :
    1. Memasarkan produk UKM untuk diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia
    2. Melakukan strategi branding produk dengan metode display, brosur dan iklan, yang nantinya penggunaan biaya sangat kecil (Reduce Cost). Karena pengeluarannya hanya biaya internet saja, yang lainnya gratis.
    3. Melakukan strategi segmented dan targeted sehingga penjualan produk sesuai dengan pasar yang diinginkan, hanya dengan fasilitas internet saja.
    4. Memperkenalkan produk UKM ke luar negeri dengan teknik yang sederhana namun bisa diketahui oleh seluruh negara luar.
    5. Mengajari bertransaksi di internet untuk bisa closing.
    6. Peningkatan jumlah produksi dari hasil penjualan di internet.
    7. Gairah perekonomian UKM bisa berjalan.
    V. Strategi :
    1. Penjelasan dasar tentang manfaat internet yang begitu dahsyatnya.
    2. Cara penggunaan internet yang baik dan benar serta bijak sehingga bisa fokus pada penjualan.
    3. Pelaksanaan dibagi dalam tingkat beginner, intermediate dan expert, sehingga bisa menyesuaikan kemampuan masing masing UKM didalam memasarkan produknya.
    4. Secara berkala memberikan konsultasi terhadap permasalahan dari pemasaran via internet via online.
    VI. Contoh Solusi :
    1. Kawasan Industri Tas Gadukan – Surabaya
    a. Pertama adalah memperkenalkan didunia maya jika selain Tanggulangin ada Gadukan yang juga penghasil tas.
    b. Menjelaskan item produk serta kelebihan produk dibandingkan dengan hasil produksi daerah lain.
    c. Melakukan dan mempersiapkan brosur dengan teknis yang sederhana baik dalam bentuk foto atau video, namun bisa disajikan di internet sehingga calon pembeli bisa secepatnya mengetahui produk yang ada.
    d. Mempelajari cara termurah didalam pengiriman namun tetap aman dan cepat.
    2. Kawasan Industri Kripik Kedelai – Sidoarjo
    a. Pembuatan contoh atau sample rasa yang bisa dikirimkan ke seluruh peminat di internet dengan teknik promo yang murah meriah.
    b. Mempersiapkan kemasan dan cara pengiriman yang aman, sehingga kwalitas masi tetap terjamin.
    c. Memperkenalkan ke semua penjual seantero Nusantara dengan menggunakan teknologi internet.
    VII. Target :
    1. Para UKM melek akan dunia internet dan manfaat yang begitu dahsyatnya.
    2. Memperkenalkan produk ke luar daerah tanpa harus keluar daerah.
    3. Peningkatan produksi UKM sehingga bisa memutar perekonomian.
    VIII. Kesimpulan :
    1. Perlu adanya edukasi dalam 3 tahap untuk tepat sasaran.
    2. Perlunya suatu wadah konsultasi jika terjadi permasalahan.
    Demikian proposal ini kami sampaikan, semoga antara keinginan, tujuan dan kemauan untuk membangun bisa diberikan jalan bagi kelancaran didalam mencapai target.

    Hormat kami,

    Agus Setiyawan (Internet Marketer Income JUTAAN Modal GRATISAN)
    http://piranhamas.wordpress.com, piranhamasgroup@gmail.com

Tinggalkan Balasan